Kelompok Tani

Ketrampilan meningkatkan pendapatan desa dari hasil tanah

Yayasan Pendar Pagi dengan warga di sebuah desa di Benai, membentuk sebuah kelompok tani. Kelompok ini memiliki lima anggota, yang rata-rata mempunyai pendidikan yang rendah. Mata pencaharian mereka adalah menyadap karet dan menangkap ikan secara tradisional.

Ketika harga karet rendah atau musim hujan, penghasilan mereka pun menurun drastis. Di samping itu, kini mereka susah menangkap ikan. Itu disebabkan oleh sudah banyaknya mesin dompeng yang mencari emas di sungai dan membuat air sungai tercemar dengan merkuri. Jadi dengan adanya kelompok tani ini, mereka sangat bersemangat untuk memperbaiki perekonomian mereka.

Yayasan Pendar Pagi berharap bahwa mereka bisa meningkatkan ekonomi masyarakat, memenuhi kebutuhan keluarga mereka, serta belajar dan menambah pengetahuan dalam cara menanam cabe. Mereka juga dapat merasa bangga atas kerja keras mereka, serta dapat memberi kontribusi kepada masyarakat di lingkungan mereka.

YPP menjalankan beberapa program di Kabupatan Kuansing dari bulan Februari 2011 sampai dengan Desember 2015. Namun karena keterbatasan tenaga, program Kelompok Tani tidak dapat diteruskan.

Usaha pertanian lainnya:

Proyek kandang ayam
Membuka peluang untuk penghasilan yang lebih stabil