Kuansing Cinta Baca

Meningkatkan kemampuan membaca siswa Sekolah Dasar

Di Kabupatan Kuansing-Riau seperti di Indonesia pada umumnya, salah satu hambatan dalam dunia pendidikan ialah kurangnya motivasi dan minat baca dari anak.

Para orang tua mereka berasumsi bahwa dengan belajar dan waktu di sekolah saja anaknya akan bisa membaca. Mereka bekerja sebagai petani, kuli bangunan, atau menangkap ikan sehingga kurang waktu dan tidak tahu cara membantu dan menyemangati anak-anaknya untuk membaca.

YPP menghadirkan pendidikan membaca di sekolah secara inovatif, yaitu melalui kegiatan Cinta Baca di Desa Pulau Bungin Siberakun, Kecamatan Benai. YPP membuat paket PAKEM – Pembelajaran, Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan – yang ternyata sangat disukai baik oleh para guru maupun anak-anak.

Anak-anak didik yang usianya rata-rata tujuh tahun diberikan Lembaran Kerja Siswa. Mereka menulis mengikuti bentuk huruf yang samar pada lembaran kegiatannya, atau juga mungkin mewarnai huruf yang sama berulang kali. Dengan demikian, tanpa anak-anak sadari, mereka dengan mudah mengingat nama, bentuk dan bunyi huruf.

Dengan menggunakan sistem team teaching, siswa dikelompokkan menurut kemampuan mereka. Hal ini supaya siswa yang mempunyai kecakapan tinggi, tidak akan mengganggu siswa yang lain, ketika menyelesaikan tugasnya lebih awal.

YPP berharap dengan hadirnya dua orang personil di tim YPP yang bekerja sama dengan seorang guru, dapat berdampak kepada tidak ada laginya anak yang tinggal kelas karena tidak mampu membaca lancar, seperti yang pernah terjadi sebelumnya.

YPP menjalankan beberapa program di Kabupatan Kuansing dari bulan Februari 2011 sampai dengan Desember 2015. Namun karena keterbatasan tenaga, program Kuansing Cinta Baca tidak dapat diteruskan.

Pelayanan Mitra Sekolah lainnya:

Labor Komputer Berjalan
Memperkenalkan dunia informatika kepada siswa di pelosok desa